Wahai diriku

jalan yang ditempuh para ‘arif billah

lebih sulit terlihat bahkan dari yang paling samar

Yang menghalangi jalannya Raja Sulaiman, adalah seekor semut

Siang malam air mata sang pencinta

mengalir tanpa henti

memerah darah

merindui Sang Terkasih

“Kekasih yang cintanya tak kesampaian

rawan ke sana ke mari

menunggu cintanya berbalas,” kata mereka kepadaku, dulu

Mereka benar

Memang begitulah yang pernah terjadi padaku

Kucuba untuk mengerti keempat kitab

hingga hadir sebuah balasan Cinta

dan semua itu ternyata cuma sebuah suku kata

Wahai engkau yang mengaku pencinta-Nya

ketahuilah: satu-satunya saat kau tak berdosa

adalah ketika engkau berada dalam genggaman kedua tangan-Nya

Dua orang sering berbicara.”Andai aku bisa bertemu dengan Yunus itu,” kata seorang itu.

“Aku pernah bertemu denganya,” kata yang lain.

“Dia cuma seorang tua yang cintanya tak kesampaian.”

-Yunus Emre

-Terjemahan Bahasa Indonesia oleh Herry Mardian

-Teks Asal : http://www.poetry-chaikhana.com/blog/2014/01/08/yunus-emre-the-lover-is-outcast-and-idle/

macro-ant-1366x907-wallpaper_www-animalhi-com_62

Advertisements